Andi Jiba Rifai B.
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Univ. Tadulako
BUKU 1 Prosiding Seminar Nasional
TEKNOLOGI PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN SUKU BAJO
DI SULAWESI TENGAH
ISBN : 979-3701-64-0, November 2008
Abstrak
Penelitian ini adalah kajian bentuk rumah tinggal dan kajian termal bangunan pada hunian suku Bajo yang tinggal daerah pasang-surut di Sulawesi Tengah. Secara historis suku Bajo adalah “Manusia Perahu”, hidup secara nomaden di atas perahu mengikuti perpindahan daerah penangkapan ikan. Di kawasan Sulawesi Tengah teridentifikasi, dalam satu kawasan permukiman terdapat tiga kategori, yaitu hunian sepenuhnya di atas air, hunian peralihan air-darat atau hunian pasang-surut, dan hunian sepenuhnya di darat. Permukiman tersebar di perairan Sulawesi dan kepulauan sekitarnya yang populasinya menyebar dari kepulauan Filipina dan laut Cina Selatan.
Unsur laut dalam permukiman merupakan ruang terbuka alami yang menyatu dengan unsur bangunan rumah dan struktur buatan lainnya. Teori kajian termal membuktikan secara umum bangunan tradisional memiliki penyelesaian yang baik terhadap iklim lokalnya, melalui pendekatan harmonisasi dan konsep penyatuan dengan alam. Dalam teori termal bangunan dapat diungkapkan konsep pembuktian adaptasi bangunan rumah suku Bajo terhadap lingkungan iklimnya (lokalitas).
Kajian bentuk rumah tinggal suku Bajo dilakukan melalui kajian pustaka dan tinjauan lapangan, sedang kajian termal dilakukan dengan analisa teori termal bangunan dan analisa iklim di Sulawesi Tengah yang beriklim tropis lembab yang terletak sekitar 0,5 LS.
Kata Kunci: Suku Bajo, Daerah pasang-surut, Termal bangunan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar